Usia sahabat dari waktu yang akan terus menghantui pecinta dunia yang takut akan kematian, mungkinkah aku salah satu diantaranya ya Allah.
Setiap rongga dalam kepalaku selalu bertanya kenapa dan terus bertanya kenapa, ketika aku sadar telah terlalu banyak menyimpan pertanyaan hingga pagi itu ku menatap cermin. Ternyata, waktu yang sangat
berharga tlah ku habiskan dengan terus bertanya hingga lupa dengan kata Usia.
Ayah bertanya padaku “kapan akan kau kenalkan pada ayah gadis itu?” tertunduk wajahku saat beliau bertanya, karna sejujurnya aku tak mampu untuk mengatakan betapa sukitnya mencari. Seketika ku diam dan ayah hanya tersenyum dengan kulit kriputnya sambil melempar joran.
Nak, janganlah terlalu lama menunda-nunda ! coba kamu bayangkan sekarang umurmu 24 tahun , bayangkan jika kamu mendapat keturunan di umur 27 tahun dan 17 tahun kemudian anakmu dewasa maka berapa umurmu ? ujar ayah padaku.
Mendengar kata itu aku semakin memalingkan wajah sambil berfikir mungkin ada benarnya, dan mungkin ini saatnya aku mencari seseorang yang dapat mengisi ruang dalam relung hati.
Penasaran akhirnya aku tanya pada beliau “mengapa terlalu buru-buru?”
Beliaupun tersenyum meneteskan air mata, akupun heran dan pandangan terpaku dengan rasa bersalah karna membuat beliau meneteskan air mata.
Tak lama kemudia beliau menyalakan api rokok dan menghela nafas dengan berkata “sadarlah nak, aku sudah tua lihat kulit kriputku dan gigi ompongku, menurutmu berapa lama lagi aku menginjakan kaki di tanah yang akan menutupi jasadku ? sebelum malaikat datang setidaknya aku ingin melihat kamu dan bayi kecil kembaranmu agar aku ingat rasanya saat menggendongmu dulu”
Tak sanggup aku menahan rasa pedih ketika beliau berkata demikian, hanya bercucuran air mata dan tak sanggup menahan tangis tersedusedu.
“maafkan aku” yang ayah katakan sambil mengusap rambutku.
Ayah maafkan anakmu yang bodoh ini telah menjadi manusia yang terlalu menikmati waktu dan lupa aka Usia hingga terlalu santai dengan dunia dan lupa dengan mencari Dia.
Note:
Anda bebas berkomentar kasar, baik, buruk, just koment, sharing, masukan
Kontent tidak untuk diperjual belikan.


0 comments:
Post a Comment